Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label IBNU MAHMUD

Da'wah di Era Paska Reformasi, Da'wah Berorientasi Pasar

Selalu ada dua sisi melihat sebuah fenomena, termasuk memandang “da’wah” semacam ini. Sisi positif, menilai da’wah semacam itu adalah inovatif karena mampu menarik masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan memberikan alternatif hidup yang lebih Islami. Walau faktanya, seringkali pula menunjukkan hal sebaliknya dan tidak kalah lebih mengkhawatirkan. Pertama, kekhawatiran jika ketertarikan masyarakat pada kegiatan “keagamaan” semacam ini bukanlah sebuah proses yang akan menghantarkan mereka untuk mendalami agama (Islam) lebih lanjut, tetapi justru berhenti dan menganggap begitulah Islam semestinya difahami dan dihayati. Kedua, fenomena maraknya da’wah sama sekali tidak berpengaruh pada berkurangnya kemaksiatan (korupsi, manipulasi, free sex) dan tidak meningkatkan komitmen kaum muslimin terhadap tegaknya (syari’ah) Islam dalam kehidupan mereka. Ketiga, da’wah semacam ini lebih nampak sebagai sebuah industri (bisnis) yang berorientasi profit bila dibandingkan dengan tujuan t...

Transformasi Da'wah di Era Paska Reformasi

Di era paska reformasi, da’wah pun mengalami transformasi. Jika sebelumnya, pada saat cengkraman negara begitu kuat, da’wah yang umum ialah mencari “selamat”, menjauh dari lapangan kehidupan masyarakat. Tema-tema da’wah berkisar seputar masalah akhirat dan ibadah ritual. Agama (Islam) adalah masalah pribadi (privasi) dan akhirat. Sesudah reformasi, da’wah bagai pendulum yang bergerak dari satu sisi (akhirat) ke sisi yang lain (dunia). Jika pada masa pra reformasi da’wah Islam cenderung anti-materialisme, setelah reformasi da’wah justru memompakan semangat hidup materialisme. Da’wah Islam tiba-tiba selaras dengan jiwa “kapitalisme” yang menjadikan segala hal menjadi industri. Segala sesuatu yang bernilai ada harganya. Sesuatu dikatakan produktif manakala mampu menghasilkan sesuatu, karya atau apapun yang bisa dihargai (dengan uang). Kaum muslimah atau ibu-ibu yang aktifitasnya “hanya” mengasuh dan mendidik putera-puterinya di rumah, bisa digolongkan tidak produktif. A...

Da'wah Islam di Era Paska Reformasi

TERDAPAT perbedaan besar situasi dan kondisi masyarakat Indonesia sebelum dan setelah (paska) reformasi pada tahun 1998. Perbedaan ini tidak hanya dalam masalah struktur politik serta kebijakan ekonomi (yang kian dicengkram kekuatan neoliberalisme-kapitalisme), tetapi juga kondisi psikologi masyarakat. Jika sebelum reformasi, cengkreman kekuatan negara (state) sangat dominan melalui perangkat aparatur negara dan pendekatan keamanan yang ketat, maka selepas reformasi kekuatan negara ( state ) digantikan kekuatan pasar ( market ). Kekuatan pasar tidak bisa lepas dari skenario global kapitalisme dimana AS dan Eropa menjadi lokomotifnya. Bahkan, para pengamatpun tidak sedikit yang menengarai peran kapitalisme global dalam melahirkan reformasi di Indonesia, melalui institusi IMF, World Bank dan kaki-tangan ekonom neoliberal di negeri ini (lebih populer disebut Mafia Barkeley). Globalisasi menjadi agenda yang dipaksakan ke seluruh negeri, termasuk Indonesia, terutama dalam masalah ekonomi (...